Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta
Hidup mahasiswa!
Hidup rakyat Indonesia!
Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta atau biasa disebut PKM UNJ yang dilaksanakan pada tahun 2017 ini memiliki jargon "Pemuda Masa Kini, Pemimpin Masa Depan".
PKM UNJ 2017, terbagi menjadi 5 rangkaian yaitu PKM UNJ 1 Jilid 1, PKM UNJ 1 Jilid 2, PKM UNJ 2 Jilid 1, PKM UNJ 2 Jilid 2, serta PKM UNJ 3.
PKM UNJ 1 Jilid 1
PKM UNJ 1 Jilid 1 dilaksanakan pada tanggal 04 Juni 2017 pukul 13:00 WIB. Disini, para peserta mendapatkan materi mengenai "Public Relations" yang disampaikan oleh Pak Bambang Irawan selaku Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia tahun 2015 dengan moderator Kak Raka Ramadhan.
Berikut adalah ringkasan materi Public Relations :
Public Relations adalah proses interaksi untuk membangun opini publik dengan menanamkan keinginan yang baik untuk mendapatkan kepercayaan serta citra yang baik. Adapun tujuan dari Public Relations yaitu untuk mendapatkan citra positif dalam organisasi, mendukung program organisasi, mengembangkan sinergisitas fungsi organisasi. Untuk mendapatkan citra yang positif, maka perlu pembentukan citra positif yaitu dengan media. Sebagaimana kita tahu, bahwa kini kebanyakan orang sangat sering menggunakan media untuk mendapatkan informasi, maka media sangat penting digunakan untuk membentuk citra positif dalam organisasi. Selanjutnya, pengemasan konten organisasi, yaitu mengemas konten-konten organisasi yang dapat diterima oleh semua kalangan. Kemudian, menjalin relasi dan lobi. Dalam proses lobi ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti membicarakan topik yang saling dimengerti oleh kedua pihak, menyesuaikan level pembicaraan, memahami kondisi orang yang sedang diajak bicara, dan meniatkan semuanya untuk silaturahim.
PKM UNJ 1 Jilid 2
PKM UNJ 1 Jilid 2 ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2017 mulai dari pukul 09:00 WIB sampai pukul 15:00 WIB. Pada PKM UNJ 1Jilid 2 ini peserta mendapat 2 materi. Materi pertama yaitu mengenai Rekayasa Sosial yang disampaikan oleh Pak Muhamad Rusi selaku Deputu Presiden KSPI dengan moderator kak Taufan Ario Bimo.
Berikut adalah ringkasan materi Rekayasa Sosial :
Rekayasa Sosial atau Perubahan Sosial adalah perubahan yang terjadi di masyarakat akibat berubahnya organisasi sosial, sistem, nilai, pranata sosial dan ketimpangan norma sosial. Tujuan dari perubahan sosial ini adalah untuk terciptanya sebuah tatanan sosial (masyarakat) ekonomi, budaya, politik yang lebih baik (berkeadilan, beradab, sejahtera). Pak Rusdi juga menjelaskan terkait instrumen-instrumen perubahan sosial yaitu :
• Pengetahuan, gagasan & kreasi (ideologi&agama)
• Modal Sosial (solidaritas, komunalisme, masyarakat)
• Modal Capital/Uang
• Teknologi
• Birokrasi (rezim)
• Metodologi & strategi/manajemen
Selain itu pak Rusdi juga menjelaskan tentang cara kerja lahirnya rekayasa sosial. Peradaban lahir karena adanya 2 faktor yaitu adanya kelompok "creative minority" dan kondisi lingkungan. Terdapat 3 tahap untuk membangun perubahan sosial yaitu :
1. Membangun keadaan individu
2. Hijrah sebagai simbol selesainya masalah dirinya dan siap berubah membangun masyarakat
3. Membangun tatanan baru masyarakat berbasis pengkaderan.
Sebagai mahasiswa, mahasiswa memiliki peran dalam perubahan sosial sebagai berikut :
- Rekonstruksi sistem pengetahuan/epistomologi yang berbasis materialism atau materi
- Rekonstruksi sistem pembelajaran yang aktif
- Menghasilkan para pemimpin negeri yang berkualitas
- Melahirkan konsep-konsep baru
- Meluruskan pemerintah yang salah
Kemudian sekitar pada pukul setengah 2, peserta mendapatkan materi mengenai "Urgensi Counter Intelligence bagi Kepentingan Nasional" . Materi ini disampaikan oleh pak Moses Caesar Assa, S.Pd., M.Sc. dengan moderator kak Mahmud Badaruddin. Berikut adalah ringaksan materi :
Counter Intelligence atau Kontra intelijen adalah uoaya mengalahkan lawan-lawannya untuk melakukannya dengan menghalangi atau memanipulasi informasi yang relevan. Intelijen sendiri adalah tentang menemukan dan menggunakan informasi-informasi untuk memenangkan kontes. Pada kontra intelijen yang dilakukan untuk counter sesuatu seperti emergency issue➡ trends ➡problem. Pak Moses juga menjelaskan terkait konsep kontra intelijen, yaitu :
- Wild card : sesuatu yang berkaitan dengan strategic surprise
- Weak Signal ( sinyal lemah) : isu yang muncul yang hadir secara tidak signifika yang dapat memberitahu tentang perubahan di masa depan, respon lebih sedikit, tidak terkontrol, dan lama
- Strong signal
Metode untuk mengantisipasi kontra intelijen yaitu, melakukan "tracking weak signal's" yang muncul melalui enviromental scanning. Kemudian, mengklasifikasi kan signal tersebut dalam sebuah trends.
Setelah mendapatkan materi kami diberikan post test. Baru kemudian pulang.
Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf
Wassalamu'alaykum wr. wb
#PemudaMasaKini
#PemimpinMasaDepan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar